Pengantar Ushul Tafsir

18 12 2009

Ushul tafsir merupakan salah satu cabang ilmu yang paling penting dan paling agung. Dengannya kita dapat memahami Kalamullah (Al Qur’an). Para ulama telah menjelaskan ushul (landasan-landasan) tafsir sebagaimana mereka juga telah menjelaskan ushul fiqh dan ushul hadits. Diantara kitab yang ringkas mengenai ushul tafsir adalah “Muqoddimah Tafsir” karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah-.(1)

Tidak diragukan lagi bahwa Al Qur’an adalah kalamullah (perkataan Allah) yang diturunkan kepada rasul-Nya, sekaligus penutup para nabi, (yaitu) Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka sudah semestinya Al Qur’an mendapat perhatian mendalam dari kaum muslimin, karena Al Qur’an merupakan perkataan dari Rabb yang menciptakan mereka.

Bukankah kita yang ahli di bidang kedokteran atau sains atau teknologi, membutuhkan penjelasan dari buku yang kita baca dan kita butuh pemahaman terhadapnya, lantas bagaimana dengan kitabullah yang sering kita baca? Bukankah di dalam sholat kita selalu membaca surat Al Fatihah dan mengulang-ulangnya di setiap raka’at? Atau mendengarkannya dari bacaan imam. Lantas apakah kita memahaminya atau setidaknya pernah membaca tafsirnya?(2)

Membaca Al Qur’an saja memang berpahala, namun perlu juga kita memperhatikan tujuan dari diturunkannnya Al Qur’an tersebut,

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin menyebutkan, “Al Qur’anul Karim diturunkan untuk tiga perkara, beribadah dengan membacanya, memahami makna-maknanya, dan mengamalkannya” (3)

Makanya para sahabat sangat perhatian dalam memahami Al Qur’an, bahkan mereka tidak melewatkan sepuluh ayat sampai mereka mempelajari kandungan di dalamnya berupa ilmu dan amal.(4)

Oleh karenanya Ibnu Umar –radhiyallahu ‘anhu- menghafal surat Al Baqoroh selama bertahun-tahun, dikatakan Imam Malik yaitu delapan tahun. (5)

Demikianlah Allah berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran” (QS Shood : 29), dan Dia juga berfirman, “Apakah mereka tidak mentadabburi Al Qur’an?” (QS Muhammad : 24)

Ilmu ushul tafsir sangat penting sebagai permulaan seseorang dalam memahami kitabullah, karena kitab tafsir itu sangat banyak, maka butuh penjelasan pokok-pokok dan landasannya agar mudah untuk memahaminya. Selain itu kita juga perlu mengetahui landasan-landasan yang benar dalam mempelajari tafsir, karena tidak semua kitab tafsir yang selamat dari penyimpangan.

Di antara kitab tafsir ada yang mengandung hadits-hadits dho’if dan maudhu’, ada juga yang menafsirkan dengan sandaran akal semata, dan ada juga yang dimasuki oleh pemikiran-pemikiran firqoh-firqoh menyimpang.

Syaikh Sholeh Al Fauzan –hafizhohullah- merekomendasikan bagi para pemula empat kitab tafsir yang bagus untuk dibaca, yaitu Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Baghowi, Tafsir Ath Thobary, dan Tafsir As Sa’di. Beliau lalu mengatakan, “Adapun tafsir lainnya, sebagian sisinya baik akan tetapi terdapat kesalahan-kesalahan terutama mengenai Aqidah. Tidak baik dibaca kecuali oleh orang-orang yang sudah mapan (ilmunya) dimana dia bisa mengambil kebaikan darinya dan menjauhi kesalahan-kesalahan yang terkandung di dalamnya“(6)

Alhamdulillah, sekarang tafsir Ibnu Katsir telah diterjemahkan seluruhnya (ke dalam bahasa Indonesia) dan telah diterbitkan (7). Adapun tafsir As Sa’di, setahu kami terjemahan Juz Amma dan Surat Al Fatihah saja yang baru diterbitkan.

Di zaman sekarang ini, mendapatkan ilmu sangatlah mudah, berbeda dengan orang-orang terdahulu, mesti menyalin kitab dengan tangannya sendiri dan mesti berjalan merantau demi mendapat satu dua hadits. Sekarang wasilah tuk mendapat ilmu sangatlah banyak, tinggal keinginan dan tekad dari kita semua untuk mau belajar. Terutama bagi para pemuda yang masih kuat daya paham dan hafalannya. Mari kita manfaatkan waktu tuk belajar agama ini, terutama belajar tafsir dan ushulnya. Jangan sampai waktu kita hilang dengan sesuatu yang tidak ada manfaatnya.

Selesai

Ditulis saat menjelang Magrib – Isya, tanggal 1 Muharram 1431 H bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2009

Al Faqiir Ilalallah
-Yoad Nazriga S-

Keterangan:

(1) Kitab ini beliau tulis atas permintaan beberapa orang di zamannya, sebagaimana beliau menyebutkan “Sebagian ikhwan telah meminta kepadaku agar aku menuliskan muqoddimah (pendahuluan), yang mencakup kaidah-kaidah yang menyeluruh, yang membantu untuk memahami Al Qur’an dan mengenal tafsirnya serta makna-maknanya, …”. Demikianlah para ulama ketika menulis terkadang atas permintaan dan terkadang atas inisiatif sendiri sesuai dengan kebutuhan manusia di zaman mereka.

(2)Syaikh Sholeh Alu Syaikh –hafizhohullah- berkata di dalam ceramahnya Syarh Tsalatsatul Ushul, beliau menyampaikan nasehat di awal muqoddimahnya “Berapa banyak orang yang tercela, mereka mendengar ucapan yang berulang-ulang akan tetapi mereka tidak mengetahui maknanya”. Kemudia beliau melanjutkan, “ketidaktahuan itu bukanlah tercela, akan tetapi yang tercela itu adalah terus-menerus dalam ketidaktahuan

(3) Syarh Muqoddimah Tafsir, hal. 7, cet.Darul Wathan

(4) Telah berkata Abu Abdirrohman AsSulamy, telah menceritakan kepada kami orang-orang yang membacakan Al Qur’an kepada kami, seperti ‘Utsman bin ‘Affan dan ‘Abdullah bin Mas’ud, serta selain mereka berdua, mereka jika belajar sepuluh ayat dari nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidaklah mereka melewatkannya sampai mereka mempelajari apa-apa yang terkandung di dalamnya berupa ilmu dan amal, mereka mengatakan, “kami mempelajari Al Qur’an, ilmu, serta amal sekaligus“. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah (no.29929) dan Ibnu Sa’ad di dalam AtThobaqoot (172/6)). Bisa dlihat juga di kitab Muqoddimah Tafsir.

(5) Muqoddimah Tafsir

(6) http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=709

(7) Dengan Penerbit Pustaka Imam Asy Syafi’i

About these ads

Aksi

Information

4 tanggapan

18 12 2009
Aneh

sip,
thanks infonya..

19 12 2009
puat133

“Di zaman sekarang ini, mendapatkan ilmu sangatlah mudah, berbeda dengan orang-orang terdahulu, mesti menyalin kitab dengan tangannya sendiri dan mesti berjalan merantau demi mendapat satu dua hadits. Sekarang wasilah tuk mendapat ilmu sangatlah banyak, tinggal keinginan dan tekad dari kita semua untuk mau belajar. Terutama bagi para pemuda yang masih kuat daya paham dan hafalannya. Mari kita manfaatkan waktu tuk belajar agama ini, terutama belajar tafsir dan ushulnya. Jangan sampai waktu kita hilang dengan sesuatu yang tidak ada manfaatnya.”

Pernah denger, bahwa kemudahan yang ada sekarang bukannya malahan mengantarkan pada tahshiilul ilm, tapi jadi ngegampangin. Thullab dulu waktunya dihabiskan buat nyalin naskah, tapi dahulu dikatakan nyalin naskah lebih baik berpuluh2 kali dari pada sekedar baca.

Malahan, sebagian Ulama kita, sengaja ‘mempersulit’ sebagian thullabnya untuk mendapatkan ilmu, tujuannya apa? agar ketika ia mendapatkan ilmu itu ia benar2 menghargai dan menjaganya. Silahkan lihat apa yang dilakukan A’masy pada orang yang hendak mencari hadits darinya. Lihat juga apa yang dilakukan oleh Ibn Hibban atau Ibn Khuzaymah ketika menyusun sunann, tartiibnya amat ghariib, sehingga butuh keseriusan untuk memahaminya. Demikianlah, walaupun ada juga beberapa ulama kita yang sengaja menyajikan ilmunya dengan bahasa yang mudah dan gampang dicerna, sebagai penyemangat bagi tholibul ilm.

-sekian sedikit komen, mudah2an bukan cuma buih yang sekedar berlalu

Wallahu ta’ala Alam

19 12 2009
yoad

Syukron atas tambahannya, itulah yang menyebabkan orang-orang terdahulu lebih berilmu. Wasilah tersebut banyak membuat terlena dan lalai.
Bisa dengar kajian طلب العلم في زماننا وزمن من قبلنا oleh Syaikh Muhammad bin Hadi.
link:
http://www.sahab.net/home/index.php?Site=Sound&Show=174

Ana baru dengar sebagian.

23 12 2009
Abu SHalih

Betul,

wasilah ilmu demikian banyak,
ghirah menuntut ilmu demikian minim.

Sesuatu yang didapatkan dengan mudah
dilepaskan pun dengan mudah pula.

Sekarang zaman copy paste, sementara
dulu harus dengan mengusung kotak tinta dan
tangkai pena untuk bisa memindahkan ilmu.

Namun tentu itu semua tidak boleh
menyurutkan semangat kita menuntut ilmu.

mari saling menyemangati .. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: