Ringkasan Faedah dari Perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah tentang Puasa

29 12 2007

Disadur oleh Syaikh Abdullah Al Bassam di dalam kitabnya Taisirul A’lam Syarh ‘Umdatul Ahkam


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata :

Berdasarkan nash dan ijma’, makan, minum, dan jima’ membatalkan puasa. Telah ditetapkan dari As Sunnah dan ijma’ bahwa darah haid juga membatalkan puasa, maka tidak boleh berpuasa bagi wanita yang sedang haid, akan tetapi ia harus mengqodo’nya (menggantinya dengan hari lain).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “berlebih-lebihanlah dalam melakukan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung ketika wudhu’ – pent), kecuali kalau kamu sedang berpuasa“. Hal ini menunjukkan bahwa masuknya air ke dalam hidung membatalkan puasa.

Berkata Al Khotobi : Saya tidak mengetahui adanya perselisihan di antara ahli ilmu tentang siapa yang muntah, maka puasanya tidak diqodo’ (tidak batal), tetapi bila ia muntah dengan sengaja maka wajib atasnya qodo’ (menggantinya dengan hari lain). Orang yang mimpi basah tanpa direkayasa, maka puasanya tidak batal berdasarkan kesepakatan. Adapun orang yang melakukan onani, lalu air maninya keluar, maka puasanya batal.

Sungguh telah jelas di dalam Al Kitab dan As Sunnah bahwasanya siapa saja yang melakukan sesuatu yang dilarang karena keliru atau lupa, maka Allah tidak menghukumnya, kondisinya sama seperti tidak melakukannya, sehingga tidak ada dosa baginya, dan tidak juga membatalkan ibadahnya. Maka orang yang puasa jika dia makan atau minum atau melakukan jima’ karena lupa atau keliru maka tidak ada qodo’ baginya (tidak batal), dan inilah pendapat dari kalangan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan.

Adapun celak, obat tetes mata, dan suntikan terdapat perselisihan di antara ahli ilmu, sebagian mereka berpendapat tidak membatalkan puasa sedikitpun, sebagian lain berpendapat membatalkan puasa. Yang benar adalah tidak membatalkan puasa sedikitpun, karena puasa merupakan bagian dari agama kaum muslimin yang membutuhkan kepada pengenalan khusus dan umum, seandainya perkara-perkara tersebut diharamkan pada puasa oleh Allah dan Rasul-Nya, dan merusak puasa, maka pastilah ada penjelasan dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan pastilah para Shahabat mengetahuinya dan mereka menyampaikannya kepada ummat sebagaimana mereka menyampaikan syari’at Rasul. Tatkala tidak ada seorangpun dari para ulama yang menukilnya dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam tentang hal itu, tidak juga ada hadist shahih bahkan hadist dhoif dan mursal, maka dipastikan bahwa Beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak menyebutkan tentang hal itu.

Hadist yang diriwayatkan tentang celak adalah dhoif (lemah), orang-orang yang mengatakan bahwa perkara-perkara tersebut membatalkan puasa, tidaklah ada hujjah (argumen) bagi mereka melainkan qiyas. Dan hujjah (argumen) yang paling kuat bagi mereka tentang ini adalah hadist Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallamberlebih-lebihanlah dalam melakukan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung ketika wudhu’ – pent), kecuali kalau kamu sedang berpuasa“, ini adalah qiyas yang lemah. Sebab orang yang melakukan istinsyaq dengan sungguh-sungguh menyebabkan air masuk ke dalam kerongkongan dan ke dalam perut, maka sama lah ia seperti minum melalui mulutnya, air tesebut mengenyangkan badannya dan melepaskan dahaganya. Seandainya pun perkara ini tidak dijelaskan melalui nash, maka akal pasti mengetahui bahwa melakukan hal ini sama saja dengan minum.

Orang yang puasa dilarang dari makan dan minum karena hal itu menjadi sebab ketaqwaan, tetapi tidak demikian halnya dengan celak dan suntikan, perkara-perkara ini tidak mengenyangkan badan sedikitpun.

Adapun jima’, maka ini termasuk salah satu di antara dua syahwat, melakukannya sama seperti halnya makan dan minum. Berkata Allah Ta’ala di dalam hadist qudsi, “dia meninggalkan syahwatnya dan makanannya dengan sebab Aku“, maka meninggalkan syahwat merupakan ibadah yang diberi pahala atasnya. Keluarnya mani sama seperti halnya dengan keluarnya muntah. Orang yang berpuasa dilarang dari memasukkan sesuatu yang memperkuat tubuhnya dan mengenyangkannya dengan makanan dan minuman. Orang yang puasa juga dilarang dari mengeluarkan sesuatu yang memperlemah dirinya dan mengeluarkan makanan yang telah mengenyangkannya, maka jadilah perkara tersebut merusak puasanya melebihi merusaknya puasa oleh makanan.

Para ulama berselisih tentang bekam, apakah ia membatalkan puasa atau tidak? Hadist-hadist dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam yang berkenaan dengan itu tentang perkataan Beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Orang yang membekam dan orang yang dibekam batal puasanya” cukup banyak dan sungguh telah dijelaskan oleh para imam Huffazh. Tidak satu dari Shahabat yang memakruhkan bekam bagi orang yang berpuasa. Pendapat yang menyatakan batal adalah mazhab kebanyakan ahli hadist, dan merekalah orang yang paling mengkhususkan diri mengikuti Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang yang berpendapat bahwa bekam tidak membatalkan puasa, berargumen dengan hadist shahih bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berbekam sementara beliau sedang berpuasa dan sedang melakukan ihram. Imam Ahmad dan selainnya mencela adanya tambahan “sementara beliau sedang puasa. Yang benar adalah bahwa beliau berbekam sementara beliau sedang melakukan ihram (saja), karena dengan tujuan apapun secara sengaja mengeluarkan darah, maka hal itu membatalkan puasa.

Siwak boleh tanpa diperselisihkan, tetapi para ulama berbeda pendapat tentang makruhnya siwak setelah tergelincirnya matahari (setelah zuhur hari -pent), akan tetapi kemakruhan tersebut tidak dilandaskan pada dalil syar’i yang mengkhususkan (waktu tersebut) dari keumuman dalil tentang siwak (kapan saja).

Mencicipi makanan hukumnya makruh bila tanpa kebutuhan tetapi tidak membatalkan puasa. Adapun bila ada kebutuhan, maka hal tersebut tidaklah makruh.

Diterjemahkan oleh Yoad Abu Dawud Al Fakanbary


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: