Biografi Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab

22 02 2009

Beliau adalah Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin Musyif bin Umar bin Wahabah Bani Tamim.

Kelahirannya:

Al Imam Al Mujaddid tersebut dilahirkan di Uyainah tahun 1115 Hijriyah, di rumah yang penuh ilmu, kemuliaan, dan agama. Bapaknya seorang ulama besar dan kakeknya bernama Sulaiman seorang ulama Najd di zamannya.

Perkembangannya:

Beliau dibesarkan di rumah yang penuh ilmu, kemuliaan dan agama. Beliau menghafal Al Qur’an sebelum mencapai usia sepuluh tahun. Beliau belajar fiqh sampai memperoleh ilmu yang sangat luas. Bapaknya merasa heran dengan kekuatan hafalannya.

Beliau banyak meneliti kitab tafsir dan hadits. Siang dan malamnya beliau menuntut ilmu, menghafal matan-matan ilmiyah pada berbagai cabang ilmu. Beliau mengembara ke Ahsa, Makkah, dan Madinah.

Beliau belajar dengan para ulama Madinah, di antaranya Al Alamah As Syaikh Abdullah bin Ibrohim As Syamari An Najdy Al Madany, dan juga dengan anaknya yang bernama Al Fardhi As Syahir Ibrohim As Syamari An Najdy Al Madany seorang penulis kitab “Al ‘Adzbul Faaidh fi Syarhi Alfiyatil Farooidh”. Keduanya memperkenalkan seorang Ahli Hadist As Syahir Muhammad Hayatus Sindiy, syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab belajar ilmu hadits dan perawinya kepadanya. Beliau memasuki negeri irak dan belajar kepada para ulama di Bashroh.

Sungguh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dikaruniai oleh Allah pemahaman yang kuat dan kecerdasan yang luar biasa. Beliau tekun meneliti, membahas, dan menulis.

Beliau dapat menetapkan banyak faedah saat membaca. Beliau tidak pernah bosan menulis. Beliau menulis banyak buku yang bersumber dari tulisan Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim rahimahumallah. Sebagian tulisan berharga dari aliran penanya senantiasa ada di museum.

Tulisannya :

Syaikh menulis banyak tulisan yang berfaedah, di antaranya:

Kitabut Tauhid

Kasyfu Syubhat

Al Ushulus Tsalatsah

Nawaqidul Islam

Masaailul Jahiliyyah

Mukhtasor Zaadul Ma’ad

Al Qowaaidul Arba’

Mukhtasor Insof wa Syarhul Kabir

Al Kabaair, dll

Wafatnya:

Beliau wafat di tahun 1206 Hijriyah, hampir di usia 91 tahun. Usianya tersebut beliau habiskan untuk berdakwah di jalan Allah, jihad, belajar, dan mengajar. Semoga Allah merahmati, meridhoi, dan menempatkannya di surga firdaus yang tertinggi.

Sumber : Syarh Nawaqidul Islam, Syaikh Al Fauzan


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: