Belajar kimia atau belajar agama??

4 03 2009

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

“Saya seorang ahli dalam ilmu kimia dan Saya mengikuti kuliah di bidang ini, dengan tujuan untuk mengambil manfaat, dan agar Saya dapat bekerja, baik sebagai pengajar di sekolah atau sebagai pekerja di perusahaan. Perlu diketahui, bahwa mempelajari ilmu kimia tersebut melalaikan Saya dari menuntut ilmu syar’i. Maka bagaimana cara menggabungkan keduanya?”

Jawab :
Saya rasa menggabungkan antara kedua ilmu ini mungkin-mungkin saja, dengan tetap memprioritaskan ilmu syar’i. Jadikan ilmu syar’i itu sebagai pokok bagimu, dan ilmu lainnya sebagai tambahan. Kemudian kamu mempelajari ilmu lain tersebut disebabkan adanya maslahat bagimu atau bagi umat islam. Misalnya kamu menunjukkan kesempurnaan hikmah Allah dengan ilmu (kimia) tersebut, atau yang serupa dengan itu -dan kalian lebih mengetahui tentang ilmu tersebut-.
Dengan demikian,
Saya katakan : teruslah belajar ilmu syar’i, dan belajar juga ilmu lain, tapi jadikan ilmu syar’i yang lebih utama dan lebih prioritas.

Sumber : Kitabul Ilmi (pertanyaan ke-34)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: