Apakah terpikirkan olehmu?

10 05 2009

Sebelum engkau mendirikan sholat,

apakah terpikirkan olehmu,

di saat engkau mendengar azan,

bahwa penguasa langit dan bumi memanggilmu untuk menghadap-Nya di dalam sholatmu..

di saat engkau berwudhu,

bahwa engkau sedang bersiap-siap untuk menghadap raja diraja..

di saat engkau mengangkat tangan bertakbiratul ihrom,

bahwa engkau telah mulai bermunajat dengan Rabb-mu yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui..

di saat engkau membaca al Fatihah,

bahwa ada perbincangan khusus antara engkau dengan penciptamu yang Maha perkasa..

di saat engkau melakukan gerakan-gerakan sholat,

bahwa di sana para malaikat yang hanya Allah yang mengetahui jumlahnya, mereka ruku dan sujud selama ribuan-ribuan tahun lamanya..

di saat engkau sujud,

bahwa itulah seagung-agung dan seindah-indahnya waktu, di saat itulah manusia paling dekat dengan Rabb-nya yang Maha Esa.

di saat engkau salam,

bahwa kelak, engkau akan dikumpulkan di padang mahsyar..

Ashim bin Yusuf pernah bertanya kepada Haatim al Ashom tentang sholatnya, lalu haatim menjawab:

“Ketika telah dekat waktu sholat, maka aku perbagus wudhu’ku, lalu aku berdiri di tempat sholatku sehingga ragaku terasa tenang. Lalu aku membanyangkan ka’bah di depanku, dan aku bersaksi bahwa Allah mengetahui isi hatiku, seakan-akan kakiku di atas jembatan (shirot), surga di kananku, neraka di kiriku, dan malaikat maut di belakangku, aku menduga inilah sholat terakhirku.

Kemudian aku bertakbir dengan sebaik-sebaiknya takbir, aku membaca bacaan sholat dengan tadabbur, aku ruku’ dengan tawadhu’, aku sujud dengan kekhusyukan, duduk dengan sempurna, tasyahud dengan penuh harapan, dan aku iringi dengan keikhlasan, kemudian aku salam, dan aku tidak mengetahui apakah sholat ini diterima atau tidak?”

Ahsim bertanya, “ya Haatim! apakah begitu sholatmu?”

Haatim menjawab, “begitulah sholatku selama 30 tahun ini”.

Lalu menangislah Ashim dan berkata, “tidaklah sholatku menyerupainya sedikitpun”.

Keterangan:

Haatim Al Ashom adalah ulama khurasan yang pernah bertemu dan hidup di zaman Imam Ahmad bin Hanbal. Imam Adz Dzahabi memujinya di dalam kitab syiar-nya, “beliau adalah orang yang zuhud dan teladan rabbani…”


Aksi

Information

One response

1 06 2009
z03r4

o, iya… sorry, itu 2009..🙂 udah tak ganti..
thanks ya!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: