Kisah tentang Syaikh Al Albani -rahimahullah- (oleh Syaikh Ali Hasan -hafizhohullah-)

19 12 2009

Siapa diantara penuntut ilmu (syar’i) yang tak kenal dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-? Karya tulisan beliau yang sangat banyak dan ilmiah sungguh mengagumkan. Dari meja beliau (di perpustakaan) lah lahir tulisan-tulisan itu.
Ada kisah yang diceritakan oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Al Atsari (murid Syaikh Al Albani) tentang bagaimana syaikh Albani -rahimahullah- memanfaatkan waktunya.
Kisah ini saya dengar dari ceramahnya (rekaman) syaikh Ali Hasan dalam majelis ilmu yang bertema “Himmah Tholibil Ilmi”, bisa didownload di sini.

Syaikh Ali Hasan -hafizhohullah- berkata (di menit 00:58:46 – 01:00:00):

Saya ingat saat beliau (syaikh Al Albani -rahimahullah) memanggil seorang tukang kayu, beliau berkata kepada tukang kayu itu, “Saya ingin engkau mengubah arah perputaran pintu perpustakaan ini, yang sekarang pintu itu membuka ke arah kanan, nanti engkau ganti menjadi membuka ke arah kiri.”
Tukang kayu tadi melihat pintu (sambil keheranan), dan bertanya, “ya Syaikh” mengubah dari kanan ke kiri, emangnya kenapa??”
Syaikh Albani berkata, “kamu mampu atau tidak?” Tukang kayu berkata, “Tentu saya mampu, akan tetapi katakan kepadaku apa alasannya?”
Syaikh Albani menjawab, “saya (hanya bisa) menaruh meja saya di sini (di sebelah kanan dalam perpustakaan), maka jika pintu itu membuka ke arah ini (kanan), saya terpaksa menambah lima langkah untuk mencapai meja ini. Sementara saya beranjak dari meja ini untuk shalat lima waktu sehari semalam, dan saya pun biasa keluar untuk keperluan di rumah atau untuk mengisi kajian, sehingga jumlah keluar masuk ada sekitar tujuh kali. Setiap kali keluar masuk (dalam sehari semalam) bisa hilang waktuku sebanyak seperempat atau setengah jam. Dalam seminggu, berapa waktuku yang hilang? Dan berapa pula waktuku yang hilang dalam sebulan? Akan tetapi jika pintu ini memutar seperti ini (ke kiri), maka hanya perlu satu langkah di pintu dan satu langkah menuju meja, sehingga waktuku tidak (banyak) hilang. Semoga Allah merahmati beliau.”
(selesai)
Semoga ada manfaatnya, terutama bagi diri saya. Amin..

-Yoad Nazriga S-

Iklan