Dua Penyakit Berbahaya: Sombong dan Hasad

3 04 2010

قال شيخ الإسلام : والكبر والحسد هما داءان أهلكا الأولين والآخرين وهما أعظم الذنوب التي بها عصى الله أولا فإن إبليس استكبر وحسد آدم وكذلك ابن آدم الذي قتل أخاه حسد أخاه ولهذا كان الكبر ينافي الإسلام كما أن الشرك نافي الإسلام فإن الإسلام هو الإستسلام وحده فمن استسلم له ولغيره فهو مشرك به ومن لم يستسلم فهو مستكبر كحال فرعون وملإه ومن أسلم وجهه لله حنيفا فهو المسلم الذي على ملة إبراهيم الذي إذ قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين

Syaikhul Islam mengatakan, “Sombong dan hasad adalah dua penyakit yang mencelakakan umat awal dan akhir zaman, keduanya adalah dosa terbesar pertama yang dilakukan dalam maksiat kepada Allah. Sesungguhnya Iblis sombong dan hasad kepada Adam. Demikian juga anak Adam yang membunuh saudaranya karena hasad kepadanya. Oleh karena itu sombong bertentangan dengan Islam, sebagaimana syirik juga bertentangan dengan Islam. Sesungguhnya Islam maknanya tunduk kepada Allah saja, barangsiapa yang tunduk kepada-Nya juga kepada selainnya maka dia berbuat kemusyrikan kepada-Nya. Barangsiapa yang tidak tunduk kepada-Nya maka ia sombong, seperti keadaan Fir’aun dan bala tentaranya. Barangsiapa yang tunduk kepada Allah saja secara hanif maka dialah muslim yang berada di atas agama Ibrahim, “Ketika Rabb-Nya berkata kepadanya, Islamlah! Ia (Ibrahim) berkata, Saya islam (tunduk) kepada Rabb semesta alam (QS Al Baqoroh)”

Sumber: Kitab Mawaa’iz Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, karya Sholeh Ahmad Asy Syaamii.





Memanfaatkan masa muda

9 11 2009

Berikut adalah nasehat dari seorang ulama robbani kepada para pemuda, nasehat dari seorang yang sudah pernah mengalami masa muda, yang menasehati kita dengan ilmunya yang dalam dan dengan pertimbangan kemaslahatan akhirat dan dunia. Berdasarkan dalil-dalil dari pencipta kita dan dari rasul-Nya yang mulia –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Inilah nasehat dari Syaikh Bin Baaz –rahimahullah- agar para pemuda memanfaatkan masa mudanya sebelum datang masa tuanya. Semoga kita dapat mengamalkannya.

Oleh
Samahatul Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz -rahimahullah-

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, balasan kebaikan hanya bagi orang-orang yang bertakwa, shalawat serta salam kepada hamba dan rasul-Nya, sebaik-baik makhluk-Nya, yang amanah terhadap wahyu-Nya, nabi kita, imam kita, pemimpin kita Muhammad bin Abdillah, juga kepada keluarga dan sahabat beliau serta orang-orang yang menempuh jalan beliau dan mengambil petunjuk dengan petunjuk beliau sampai hari pembalasan.
Amma ba’du.

Sesungguhnya masa muda merupakan nikmat Allah yang istimewa, para pemuda dianugerahi kekuatan untuk menggapai cita-citanya dengan pertolongan Allah -azza wa jalla-, masa ini adalah masa agung yang semestinya terbentengi dari akhlak dan perbuatan yang tercela, dan semestinya para pemuda bersungguh-sungguh terhadap perkara-perkara yang menyampaikannya kepada (jalan) Allah -azza wa jalla- dan kepada perkara yang bermanfaat bagi para hamba-Nya. Masa muda merupakan masa yang istimewa, masa yang paling berharga.

Di antara sunnatullah adalah setiap hamba jika dia istiqomah dan terus menerus dalam keistiqomahannya maka Allah akan menolongnya untuk menyempurnakan keistiqomahan tersebut, seta Dia akan mewafatkan hamba tersebut sesuai dengan kebiasaannya dan usahanya di dalam kebaikan.
Sungguh Islam telah memberi petunjuk kepada para pemuda dan menganjurkan mereka untuk istiqomah, serta memotivasi mereka dengan sebab-sebab keselamatan dan kebahagiaan. Oleh karena itu terdapat hadits di dalam Shahihain dari nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- beliau bersabda,

سبعةٌ يظلهم الله في ظله ، يوم لا ظل إلا ظله : إمام عادل ، وشاب نشأ في عبادة الله ، ورجل قلبه معلق بالمساجد ، ورجلان تحابا في الله اجتمعا على ذلك وتفرقا عليه ، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال ؛ فقال : إني أخاف الله ، ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ، ورجل ذكر الله خاليًا ففاضت عيناه

Tujuh golongan yang Allah naungi dengan naungannya di hari yang tidak ada naungan melainkan naungan-Nya, (yaitu)

  1. imam yang adil,
  2. pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah,
  3. seseorang yang hatinya terkait dengan masjid,
  4. dua orang yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah,
  5. laki-laki yang diajak oleh wanita yang baik keturunannya lagi cantik kemudian laki-laki itu berkata sesungguhnya saya takut Allah,
  6. laki-laki yang bersedekah, dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya,
  7. dan laki-laki yang berdzikir kepada Allah di saat sendiri lalu meneteskan air mata.”

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya perkara pemuda, yang semestinya bagi para pemuda untuk memperhatikan masa ini, serta dia beristiqomah di masa itu dalam melaksanakan perintah Allah, introspeksi diri, sehingga dia tidak menjadi sebab sesatnya orang lain.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyebutkan tujuh golongan tersebut, beliau memulainya dengan imam yang adil, karena imam yang adil merupakan kemaslahatan yang bersifat umum dan bermanfaat bagi kaum muslimin. Pemimpin yang adil dapat menegakkan syariat Allah di tengah-tengah mereka, menghukumi mereka dengan adil, memberantas kezholiman dari orang-orang yang berbuat zholim di antara mereka, dan menolong mereka dalam ketaatan kepada Allah -azza wa jalla-. Oleh karenanya pemimpin yang adil menjadi yang pertama dari tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah dengan naungan-Nya di hari tidak ada naungan melainkan naungan-Nya.

Kemudian beliau menyebutkan setelah itu pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, ini yang kedua, sebab pemuda jika tumbuh di dalam ibadah kepada Allah maka Allah akan membuatnya bermanfaat bagi ummat, dia akan mengajari umat, mendakwahi ke jalan Allah dalam masa mudanya, masa dewasa serta masa tuanya nanti. Maka jadilah manfaat yang besar dan faedah yang banyak, sebab dia tumbuh di dalam ketaatan kepada Allah dan beribadah kepada-Nya, dan sebab dia belajar dalam keadaan yang kuat dan rajin, maka bertambahlah ilmu, pentunjuk, dan taufik seiring dengan bertambahnya usianya. Dengan demikian manfaat dan pengaruhnya lebih besar bagi umat.

Demikian juga diantara para pemuda bisa menjadi teladan, para pemuda dapat saling memberi pengaruh, sebagian mereka mengikuti sebagian yang lain, maka jika ada pemuda yang sangat rajin di dalam ketaatan kepada Allah maka akan berpengaruh kepada lainnya, dan semakin banyaklah hamba-hamba Allah yang istiqomah, tersebarlah ilmu diantara mereka, dan berpengaruh kepada selain mereka, semakin bertambah banyak lah kebaikan dan berkuranglah kejahatan, tegaklah perintah Allah, hilanglah kebatilan, lahirlah keutamaan-keutamaaan, dan hilanglah keburukan.

Diantara sabda nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-,

يا معشر الشباب ! من استطاع منكم الباءة فليتزوج ، فإنه أغض للبصر ، وأحصن للفرج ، ومن لم يستطع فعليه بالصوم ، فإنه له وجاء ) . فأمر الشباب بالزواج ، حتى يحصنوا فروجهم ويغضوا أبصارهم ، وحتى يكونوا قدوة لغيرهم في الخير ، ولهذا قال : ( فإنه أغض للبصر ، وأحصن للفرج

“Wahai para pemuda, jika kalian telah memiliki kemampuan (ba-ah) maka menikahlah karena itu akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah ia shaum, karena itu sebagai perisai baginya.”

Beliau memerintahkan pemuda untuk menikah agar mereka menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan sehingga mereka bisa menjadi teladan bagi orang lain di dalam kebaikan. Oleh karenanya beliau bersabda, “karena (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan”.

Dimaklumi dari hadits ini bahwa para pemuda semestinya bersegera untuk melakukan perkara-perkara yang menolongnya untuk menta’ati Allah, agar orang lain dapat mengambil teladan darinya, dan agar dia dapat terus beramal di atas ketaatan kepada Allah.

Diantara yang dapat menolong para pemuda (dalam ketaatan) adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, memperhatikan Al Qur’anul Karim, agar pemuda tersebut mengenal hukum-hukum Allah, dan agar dia berjalan di atas bashiroh (ilmu) dari Allah dalam keadaan masa mudanya dan masa tuanya nanti. Berbeda dengan kondisinya di saat tua, kesibukan mulai banyak dan pemahaman melemah. Adapun di masa mudanya keadaannya lebih kuat untuk memahami nash, lebih mudah untuk menghafal, lebih condong dan lebih kuat untuk mengamalkannya. Oleh karena itu, sudah semestinya para pemuda menjaga waktu mereka dan membentengi masa muda mereka agar tidak terjerumus kepada perkara-perkara yang Allah haramkan, sampai tidak ada rasa malas dan lemah terhadap perkara-perkara yang diwajibkan oleh Allah.

Wahai para pemuda, saudara-saudaraku di jalan Allah, anak-anakku, sesungguhnya kewajiban itu perkara yang agung, maka kalian harus bersungguh-sungguh dalam menta’ati Allah, di dalam menuntut ilmu, dan memahami agama, serta menjaga waktu dari perkara-perkara yang tidak semestinya dilakukan. Waktu itu secara hakiki lebih berharga dibandingkan emas, maka hendaklah kalian membentengi diri dari perkara-perkara yang tidak semestinya, dari perkara-perkara yang diharamkan, dari perbuatan jelek, dari seluruh perkara yang merendahkan seorang mukmin. Semestinya mereka menjaga diri dalam ketaatan kepada Allah, dalam belajar dan memahami agama, serta belajar perkara lain yang bermanfaat bagi ummat yang dapat menolong kebutuhan orang lain. Umat islam butuh pemahaman agara, dan penjelasan tentang syariat Allah dan tentang perkara yang diwajibkan oleh Nya. Sebagaimana umat juga butuh kepada pemuda agar mereka mempelajari seluruh perkara yang dibutuhkan di dalam segala bidang seperti pertahanan, dan bidang-bidang yang dibutuhkan umat di dalam kehidupan. Maka sudah semestinya bagi pemuda untuk memperhatikan dan menjaga waktunya, serta menyibukkan diri terhadap perkara-perkara yang bermanfaat bagi ilmu syar’i dan amal yang shalih, serta ilmu dunia yang berguna untuk mempersiapkan diri dari musuh-musuh, menjaga negeri, menolong agama Allah, jihad di jalan-Nya, sehingga kita tidak membutuhkan pertolongan dari musuh-musuh Allah agar kita tidak bergantung kepada mereka.

Dimaklumi bahwa pemuda itu kuat dalam beramal, dan bersabar melakukannya, kuat juga dalam hafalan dan pemahaman melebihi jika usianya telah tua. Dimana di masa tuanya sudah muncul rasa lemah, kondisinya tidak sama dengan kondisi masa muda. Maka semestinya bagi para pemuda agar menjaga waktu dan kesempatan mereka yang istimewa ini, agar mereka tidak berpaling kecuali kepada perkara yang bermanfaat di dalam agama dan dunia, serta yang bermanfaat bagi dirinya dan umat islam, agar bermanfaat juga bagi agama dan dunia umat islam, dan agar membantu untuk membangun kegiatan umat islam yang bermanfaat, serta agar membantu juga membentengi umat dari makarnya musuh-musuh islam, mempersiapkan kekuatan berguna yang membantu umat dalam melawan musuh, melindungi negeri dan menjaganya dari tipu daya musuh-musuh islam.

Diterjemahkan dari: http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=677

-Yoad Nazriga S-





Jika aqidah tidak lagi dipentingkan (Nasehat Syaikh Al Fauzan)

7 11 2009

Pertanyaan:

Para pemuda zaman sekarang akhir-akhir ini melalaikan dan meninggalkan perkara dan pelajaran aqidah serta tidak memperhatikannya, mereka justru menyibukkan diri dengan perkara lain, apa nasehatmu syaikh yang mulia kepada para pemuda yang seperti ini?

Jawaban syaikh Al Fauzan -hafizhahullah-:

Saya nasehatkan kepada para pemuda itu dan kaum muslimin yang lain agar mereka mementingkan aqidah melebihi perkara lain, karena aqidah merupakan landasan tempat bergantung diterima atau ditolaknya amalan, dan merupakan pondasi seluruh amalan. Jika aqidahnya benar lagi sesuai dengan perkara yang didatangkan para rasul -alaihis sholatu was salam- khususnya penutup para rasul, nabi kita, Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- maka amalan akan diterima, jika amalan tersebut ikhlas karena wajah Allah ta’ala, dan sesuai dengan syariat Allah dan rasul-Nya. Namun jika aqidahnya rusak atau sesat yang didasarkan atas taklid kepada nenek moyang, atau aqidahnya adalah aqidah syirik, maka amalannya semua tertolak, tidak diterima sedikitpun, walaupun dia ikhlas dan memaksudkannya karena wajah Allah. Sebab Allah ta’ala tidak menerima amalan kecuali niatnya ikhlas mengharapkan wajah Allah yang Karim, juga benar berdasarkan sunnah rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Barangsiapa yang ingin dirinya selamat, dan ingin amalannya diterima, serta ingin menjadi seorang muslim yang hakiki, maka dia harus memperhatikan masalah aqidah, dengan mengenal aqidah yang benar dan yang salah, serta mengenal perkara-perkara yang membatalkan dan merusak aqidah tersebut, sehingga setiap amalannya dibangun atas dasar aqidah yang benar. Hal yang demikian itu tidak lah tercapai kecuali dengan mempelajarinya dari para ulama yang mengambil ilmu dari para pendahulu (salaf) umat ini.
Allah ta’ala berfirman kepada nabinya Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-

{ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ } [ محمد : 19 . ]
Ketahuilah bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan beristighfarlah terhadap dosa-dosamu dan dosa-dosa kaum mukminin dan mu’minat” (QS Muhammad: 19)
Imam Al Bukhori -rahimahullah- menyusun sebuah tema yang beliau beri judul “Ilmu sebelum berkata dan beramal”, berdalil dengan ayat tersebut dari sisi Allah ta’ala memulai ilmu sebelum perkataan dan perbuatan.

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
{ وَالْعَصْرِ، إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ } [ العصر : 1-3 . ]
Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman beramal shalih, saling berwasiat di dalam kebenaran dan saling berwasiat di dalam kesabaran” (QS Al ‘Asr : 1-3)
Keberuntungan (dalam ayat di atas) ada dalam empat perkara:

  • Perkara pertama: Iman, yaitu aqidah yang benar
  • Perkara kedua: Amalan dan perkataan yang shalih (baik). Perkataan dan perbuatan yang shalih disertakan setelah iman merupakan kekhususan yang disertakan setelah keumuman, karena amalan itu termasuk iman, disertakan amalan tersebut setelah iman karena pentingnya amalan.
  • Perkara ketiga: saling berwasiat di dalam kebenaran, yaitu mereka yang berdakwah menyeru ke jalan Allah, amar ma’ruf nahi munkar. Ketika mereka telah terlebih dahulu memperhatikan diri mereka dan mereka telah mengetahui jalan yang benar, lalu mereka mendakwahi orang lain kepada jalan itu, sebab setiap muslim dibebani untuk mendakwahi manusia ke jalan Allah subhanahu wa ta’ala, serta amar ma’ruf nahi munkar.
  • Perkara keempat: saling berwasiat dengan kesabaran, yaitu sabar menempuh jalan tersebut dari kelelahan dan kesulitan.

Tidak ada kebahagiaan bagi seorang muslim kecuali jika dia menerapkan keempat perkara ini.
Adapun mementingkan pendidikan kebudayaan dan pendapat-pendapat orang, serta ilmu yang berkaitan dengan alam. Maka ini hanya boleh didalami oleh seseorang jika dia telah dapat menerapkan tauhid dan aqidah yang benar, baru dia boleh mendalami perkara ini. Hal ini agar dia dapat membedakan antara yang benar dan salah, dan agar dia dapat menghindari teori-teori dan seruan yang jelek dan menyesatkan. Akan tetapi setelah dia memahami ilmu syar’i dan iman yang bagus terhadap Allah dan rasul-Nya maka diperbolehkan. Adapun memasuki bidang sosial kebudayaan dan perkara politik tanpa berlandaskan ilmu aqidah dan ilmu agama maka ini merupakan perkara yang tidak ada manfaatnya sedikitpun. Bahkan dia hanya menyita waktunya terhadap perkara yang tidak ada faedahnya, karena dia tidak mampu membedakan yang benar dan yang batil.

Orang yang bodoh dalam perkara aqidah dan mementingkan perkara seperti ini kebanyakan mereka tersesat dan menyesatkan serta membuat samar kepada orang-orang, dengan sebab mereka tidak memiliki bashiroh dan ilmu yang dapat membedakan mana yang berbahaya mana yang bermanfaat, mana yang mesti diambil mana yang mesti ditinggalkan, serta bagaimana cara mengatasi masalah. Oleh karena itu terjadilah kekacauan dan kesamaran di tengah-tengah kebanyakan orang, sebab mereka memasuki wilayah kebudayaan dan politik dan lainnya tanpa memiliki ilmu aqidah dan ilmu syar’i, maka jadilah yang benar itu batil dan yang batil itu benar.

Sumber : Al Muntaqo min Fatawa Al Fauzan jilid 1 bab alilmu wat ta’allum. Diambil dan diterjemahkan dari maktabah syamilah.

-Yoad Nazriga S-





Nasehat untuk kita..

9 10 2009

Ketahuilah bahwa umurmu adalah hartamu yang paling berharga, maka jangan disia-siakan tanpa guna.

Pilihlah olehmu teman-teman yang baik dan jauhilah teman-teman yang jahat.

Jagalah sholatmu karena sholat jalan keselamatan, janganlah engkau tidur saat azan subuh berkumandang.

Perbaguslah wudhu dan perbanyaklah langkah menuju masjid dan tunggulah waktu sholat.

Bersegeralah ke masjid saat mendengar azan, ketahuilah bahwa Allah Maha Besar atas segala sesuatu.

Perbanyaklah shaum, karena shaum merupakan obat bagi penyakitnya para pemuda.

Bersedekahlah karena sedekah dapat menghilangkan kebanyakan dari musibah.

Laksanakan haji jika telah mampu dan jangan ditunda, antara umroh yang satu dengan umroh berikutnya ada penghapusan dosa.

Bacalah olehmu Al Qur’an setiap hari dan hafalkanlah, sebaik-baiknya hamba adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.

Perbanyaklah dzikir dan do’a siang dan malam, karena Allah mencintai orang-orang yang berdzikir dan do’anya orang yang berdo’a.

Pelajarilah sejarah nabi dan para sahabatnya, semoga engkau tersiram oleh sifat-sifat mereka yang mulia.

Rutinkanlah hadir di majelis ilmu, karena menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.

Rendah hatilah dan jauhi sifat sombong, karena tidak masuk surga orang yang sombong.

Buanglah rasa dengki, karena sesungguhnya dengkilah yang membuat iblis dilempar dari surga.

Patuhilah kedua orangtuamu dan janganlah membuat keduanya marah, karena tidak masuk surga anak yang durhaka.

Jenguklah orang sakit dan uruslah jenazah serta ziarahilah kuburan, karena yang demikian itu menambah iman dan mengingat akhirat, maka janganlah engkau lalai darinya.

Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah dan sebaik-baiknya sikap saat engkau bertemu dengannya.

Jauhilah musik-musik, karena tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba cinta musik dan cinta Al Qur’an, maka pilihlah olehmu cinta mana yang engkau inginkan.

Jagalah pandangan, karena menjaga pandangan adalah ibadahnya para muttaqin.

Penuhilah kebutuhan saudaramu, barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah juga memenuhi kebutuhannya.

-Yoad Nazriga S-





Pelajarilah, karna ini sangat penting..

9 10 2009

Wahai saudaraku para pemuda -semoga Allah merahmati kita semua-,

Ketahuilah,

Kalimat tauhid laa ilaaha illallah tidak bermanfaat bagi yang mengatakannya kecuali dengan 8 syarat, ilmu, yakin, ikhlas, jujur, cinta, tunduk, menerima, dan mengingkari sesembahan selain-Nya.
Berusahalah untuk menerapkan syarat-syarat tersebut, dan janganlah menyepelekannya.
Baca : http://al-atsariyyah.com/?p=548

Di antara pembatal keislaman ada 10:
1. syirik dalam beribadah kepada Allah
2. menjadikan makhluk sebagai perantara dalam beribadah, berdoa kepada makhluk dan meminta syafaatnya.
3. tidak mengingkari orang-orang musyrikin, atau ragu atas kekufuran mereka, atau membenarkan mazhab mereka.
4. menyakini bahwa selain petunjuk nabi lebih sempurna dibanding petunjuk beliau, seperti mengutamakan hukum Thaghut atas hukum islam.
5. membenci sesuatu dari perkara yang dibawa oleh rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
6. melecehkan sesuatu dari agama islam
7. sihir, barangsiapa yang melakukannya dan meridhoinya maka dia kafir.
8. menolong orang-orang musyirik dalam melawan kaum muslimin.
9. meyakini bahwa ada sebagian manusia yang boleh baginya untuk keluar dari syariat Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.
10. berpaling dari agama Allah, tidak mau belajar dan beramal.

Waspadalah -saudaraku para pemuda-, sekeras-kerasnya peringatan adalah ini, sesungguhnya tiada guna amalan bagi orang yang melakukan pembatal-pembatal tersebut.
Baca : http://islamqa.com/id/ref/9104

Iman kepada Allah bukanlah sebatas keyakinan dalam hati atau perkataan semata, hanyalah dikatakan beriman jika dia menyakini di dalam hatinya, mengatakan dengan lisannya, dan mengamalkan dengan anggota badannya. Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Ta’atilah Ar Rahman dan tinggalkan kemaksiatan, maka inilah jalan untuk menambah iman.
Baca: http://www.almanhaj.or.id/content/267/slash/0

Allah menciptakan kita untuk beribadah (bertauhid) kepada-Nya, dalil-Nya, “dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku saja” (QS Adz dzariyat : 56).
Baca: http://www.an-nadwah.org/pic/?q=node/10

Ibadah adalah sebutan untuk seluruh apa yang Allah cintai dan ridhoi, berupa perkataan dan perbuatan yang zhahir ataupun yang batin.
Bersungguh-sungguhlah untuk mengenal perkara-perkara yang dicintai oleh rabb-mu, dan carilah keutamaan-keutamaan dari amalan tersebut.
Baca: http://www.almanhaj.or.id/content/2042/slash/0

Seutama-utama ibadah adalah ibadah yang Allah wajibkan. Berdasarkan hadits qudsi “dan tidaklah hamba-Ku yang mendekatkan dirinya kepada-Ku yang lebih aku cintai dari apa-apa yang Aku telah wajibkan atasnya” (HR. Bukhori).
Maka laksanakanlah, jagalah, dan tambahlah dengan amalan yang menyempurnakannya (amalan sunnah).

Ibadah tidak diterima kecuali dengan dua syarat:
1. Ikhlas untuk Allah
2. mengikuti contoh dari rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam.
Riya’ merusak amalan dan pelakunya mendapat hukuman, demikian juga bid’ah, mendapat hukuman dan tertolaknya amalan.
Maka bersungguh-sungguhlah wahai saudaraku untuk menjernihkan niat kita dan menjauhi riya’, lebih-lebih syirik besar, serta jauhilah perbuatan bid’ah dan tempuhlah jalannya nabi kita shollallahu ‘alaihi wa sallam.
Baca: http://muslim.or.id/aqidah/agar-ibadah-diterima-di-sisi-alloh.html

الفقير إلى الله :

Yoad Nazriga S





Fenomena Foto Wanita di Facebook

9 10 2009

Menyambung pembahasan mengenai 10 Faedah Menjaga Pandangan yang lalu, ada fenomena yang jika dibiarkan maka para musuh Allah akan leluasa melaksanakan misinya, yaitu fenomena foto wanita di facebook. Sebenarnya masalah ini sudah jelas dan terang jika kita tidak mengikuti hawa nafsu. Namun demikian, Saya akan berusaha mengingatkan kembali, karena sesungguhnya nasehat itu bukanlah menunjukkan iri dengkinya orang yang menasehati, justru menunjukkan sayangnya orang yang menasehati kepada orang yang dinasehati.

Berikut Saya bawakan fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin mengenai melihat wanita wanita melalui gambar/foto.

Ini bunyi teks aslinya:

وقد وسئل فضيلة الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : عن تهاون كثير من الناس في النظر إلى صور

النساء الأجنبيات بحجة أنها صورة لا حقيقة لها ؟

فأجاب رحمه الله بقوله :
هذا تهاون خطير جداً ، وذلك أن الإنسان إذا نظر للمرأة سواء كان ذلك بوساطة وسائل الإعلام المرئية ، أو بواسطة الصحف أو غير ذلك ، فإنه لابد أن يكون من ذلك فتنة على قلب الرجل تَجُرّه إلى أن يتعمد النظر إلى المرأة مباشرة ، وهذا شيء مشاهد .

ولقد بلغنا أن من الشباب من يقتني صور النساء الجميلات ليتلذذ بالنظر إليهن ، أو يتمتع بالنظر إليهن ، وهذا يدل على عظم الفتنة في مشاهدة هذه الصور ، فلا يجوز للإنسان أن يشاهد هذه الصور ، سواء كانت في مجلات أو صحف أو غير ذلك .

Artinya:
Syaikh yang mulia Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin -rahimahullah- ditanya tentang sikap kebanyakan orang yang menyepelekan melihat gambar wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) dengan alasan bahwa itu hanya gambar, tidak hakiki.

Syaikh rahimahullah menjawab, “ini sikap yang menyepelekan sekali, karena jika seseorang melihat wanita, baik melalui video, media cetak, atau selainnya, niscaya hal itu menyebabkan fitnah (kerusakan) di dalam hati seorang lelaki yang menggiringnya untuk melihat wanita tersebut secara langsung. Ini Fakta.

Kami telah mendengar bahwa ada sebagian pemuda yang terfitnah oleh gambar-gambar wanita yang cantik-cantik untuk dinikmatinya, dan ini menunjukkan besarnya fitnah melihat gambar tersebut. Maka tidak boleh seseorang melihat gambar tersebut, baik melalui majalah atau halaman buku, atau selainnya.
(selesai)

Pertanyaan untuk dijawab sendiri:

* Untuk para lelaki:
Ketika anda melihat gambar/foto wanita, apa yang terbesit di dalam hati Anda? Kalau biasa saja, berarti perlu dipertanyakan kenormalannya, atau bisa jadi karena sudah keseringan melihat jadi sudah tidak terpengaruh lagi dengan gambar tersebut? na’udzubillahi min dzalik.

* Untuk para wanita:
Apa yang anti harapkan dari memasang foto-foto anti? apakah anti berharap akan banyak yang suka dengan anti? atau tidak menyadari bahwa sebenarnya foto-foto anti itu telah dinikmati oleh para lelaki yang sedang lemah imannya? Kasihanilah kami kaum lelaki..





10 Faedah Menjaga Pandangan

9 10 2009

Ikhwan wa Akhowat fillah.. kaum muslimin dan muslimat..

Sesungguhnya di antara nikmat agung yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat penglihatan.
Allah ta’ala berfirman:
“dan Dia yang memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kalian bersyukur” (QS An Nahl : 78)
“dan Dialah yang menciptakan bagimu pendengaran, ,penglihatan, dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur” (QS Al Mu’minun : 78).
Jika kita telah mengetahui akan nikmat yang agung ini, maka sudah semestinya kita malu terhadap Pemberi Nikmat ini, dan sudah semestinya kita menjaga pandangan terhadap perkara-perkara yang diharamkan-Nya, serta menggunakan nikmat ini untuk perkara-perkara yang diridhoi-Nya.
Kita tau bahwa nikmat penglihatan ini akan ditanya di hari akhir kelak, sebagaimana firman-Nya, “sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya” (QS Al Isra’ : 36).

Ikhwan wa Akhowat sekalian..
Allah ta’ala telah memerintahkan kita untuk menjaga pandangan, Dia berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mendengar apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandagannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa terlihat” (QS An Nuur : 30-31)

Tidaklah Islam memerintahkan atau melarang sesuatu, melainkan untuk kebaikan hamba-hamba-Nya, ada hikmah dan faedah yang banyak dibalik perintah dan larangan tersebut.
Imam Ibnul Qoyyim Al Jauzi berkata di dalam kitabnya “Ad Da’u wad Dawa'” setidak-tidaknya ada 10 faedah dari menjaga pandangan, semoga ini dapat menjadi motivasi bagi kita.

1. melaksanakan perintah Allah yang mengantarkan puncak kebahagiaan seorang hamba di dunia dan akhiratnya. “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, mereka menundukkan pandangan mereka”

2. menghadang pengaruh dari panah beracun (iblis) yang dapat menyebabkan kebinasaan pada hati.

3. membuat hati dekat dengan Allah, sebaliknya mengumbar pandangan mengakibatkan hati terpisah dan jauh dari Allah.

4. menguatkan hati dan menyenangkannya, sebaliknya mengumbar pandangan melemahkan hati dan membuatnya gundah.

5. menyinari hati, oleh karena itu Allah menyebutkan cahaya setelah perintah menjaga pandangan. Allah ta’ala berfirman, “katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya” (QS An-Nur: 30) kemudian Allah berfirman “Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. (QS An Nur: 35)

6. memunculkan firasat yang benar, yang dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Allah ta’ala membalas amalan seorang hamba dengan apa-apa yang sesuai dengan amalan tersebut. Menjaga pandangan dari hal-hal yang Allah haramkan akan berdampak diberikannya cahaya di penglihatannya dan membukakan baginya ilmu dan iman serta pengetahuan dan firasat yang benar.

7. membuat hati istiqomah, berani, dan kuat.

8. menyulitkan syaitan untuk masuk ke dalam hati, karena syaitan masuk dengan sebab mengumbar pandangan dan syaitan akan lebih cepat menembus ke dalam hati melebihi kecepatan tembusnya udara ke dalam ruang hampa.

9. akan menyibukkan hati kepada pemikiran yang membawa maslahat dan manfaat bagi hati.

10. bahwa antara mata dan hati ada jendela dan jalan yang menghubungkan keduanya, akan baik salah satunya jika satu yang lain baik, dan akan rusak salah satunya jika satu yang lain rusak. Maka jika hatinya rusak, rusaklah pandangannya, dan jika pandangannya rusak, maka rusaklah hatinya. Demikian juga sebaliknya.

Saya berlindung kepada Allah dari mengatakan sesuatu yang tidak saya kerjakan.