Dua Penyakit Berbahaya: Sombong dan Hasad

3 04 2010

قال شيخ الإسلام : والكبر والحسد هما داءان أهلكا الأولين والآخرين وهما أعظم الذنوب التي بها عصى الله أولا فإن إبليس استكبر وحسد آدم وكذلك ابن آدم الذي قتل أخاه حسد أخاه ولهذا كان الكبر ينافي الإسلام كما أن الشرك نافي الإسلام فإن الإسلام هو الإستسلام وحده فمن استسلم له ولغيره فهو مشرك به ومن لم يستسلم فهو مستكبر كحال فرعون وملإه ومن أسلم وجهه لله حنيفا فهو المسلم الذي على ملة إبراهيم الذي إذ قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين

Syaikhul Islam mengatakan, “Sombong dan hasad adalah dua penyakit yang mencelakakan umat awal dan akhir zaman, keduanya adalah dosa terbesar pertama yang dilakukan dalam maksiat kepada Allah. Sesungguhnya Iblis sombong dan hasad kepada Adam. Demikian juga anak Adam yang membunuh saudaranya karena hasad kepadanya. Oleh karena itu sombong bertentangan dengan Islam, sebagaimana syirik juga bertentangan dengan Islam. Sesungguhnya Islam maknanya tunduk kepada Allah saja, barangsiapa yang tunduk kepada-Nya juga kepada selainnya maka dia berbuat kemusyrikan kepada-Nya. Barangsiapa yang tidak tunduk kepada-Nya maka ia sombong, seperti keadaan Fir’aun dan bala tentaranya. Barangsiapa yang tunduk kepada Allah saja secara hanif maka dialah muslim yang berada di atas agama Ibrahim, “Ketika Rabb-Nya berkata kepadanya, Islamlah! Ia (Ibrahim) berkata, Saya islam (tunduk) kepada Rabb semesta alam (QS Al Baqoroh)”

Sumber: Kitab Mawaa’iz Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, karya Sholeh Ahmad Asy Syaamii.

Yoad Nazriga Sunarto





Anjuran Shaum Asyuro

22 12 2009

Oleh : Syaikh Ibnu Baaz -rahimahullah-

Segala puji bagi Allah, selawat serta salam kepada Rasulullah, keluarga dan sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengambil penjuk beliau.

Amma ba’du:

Sungguh telah sah hadits dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau shaum pada hari Asyuro, serta memotivasi manusia untuk shaum pada hari tersebut, karena hari itu adalah hari disaat Allah memenangkan Nabi Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan kaumnya. Maka disunnahkan bagi setiap muslim dan muslimah untuk shaum pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah, hari itu adalah hari ke-sepuluh dari bulan Muharrom.

Disunnahkan pula shaum sehari sebelum atau sesudahnya (hari ke-9 dan 11), dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi. Jika dia shaum di ketiga hari itu, yaitu hari ke-9, 10, dan 11, maka tidak mengapa, karena telah diriwayatkan dari Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda :

Selisihilah orang-orang Yahudi, shaumlah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya“.

Di dalam riwayat lain,

Shaumlah sehari sebelum atau sehari sesudah“.

Dan telah shahih dari beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau ditanya tentang shaum ‘Arofah, maka beliau menjawab,

Dengannya Allah menghapus (dosa-dosa) setahun sebelumnya“.

Hadits-hadits tentang shaum ‘Asyuro dan anjuran untuk melakukannya sangat banyak.

Saya memohon kepada Allah agar Dia memberi taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin terhadap perkara-perkara yang Dia ridhoi, dan menjadikan kita semua diantara orang-orang yang bersegera melakukan setiap kebaikan. Sesungguhnya dia Jawwaadun Kariim. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa Aalihi wa shohbihi.

Sumber: http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=836

Yoad Nazriga Sunarto





Kisah tentang Syaikh Al Albani -rahimahullah- (oleh Syaikh Ali Hasan -hafizhohullah-)

19 12 2009

Siapa diantara penuntut ilmu (syar’i) yang tak kenal dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-? Karya tulisan beliau yang sangat banyak dan ilmiah sungguh mengagumkan. Dari meja beliau (di perpustakaan) lah lahir tulisan-tulisan itu.
Ada kisah yang diceritakan oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Al Atsari (murid Syaikh Al Albani) tentang bagaimana syaikh Albani -rahimahullah- memanfaatkan waktunya.
Kisah ini saya dengar dari ceramahnya (rekaman) syaikh Ali Hasan dalam majelis ilmu yang bertema “Himmah Tholibil Ilmi”, bisa didownload di sini.

Syaikh Ali Hasan -hafizhohullah- berkata (di menit 00:58:46 – 01:00:00):

Saya ingat saat beliau (syaikh Al Albani -rahimahullah) memanggil seorang tukang kayu, beliau berkata kepada tukang kayu itu, “Saya ingin engkau mengubah arah perputaran pintu perpustakaan ini, yang sekarang pintu itu membuka ke arah kanan, nanti engkau ganti menjadi membuka ke arah kiri.”
Tukang kayu tadi melihat pintu (sambil keheranan), dan bertanya, “ya Syaikh” mengubah dari kanan ke kiri, emangnya kenapa??”
Syaikh Albani berkata, “kamu mampu atau tidak?” Tukang kayu berkata, “Tentu saya mampu, akan tetapi katakan kepadaku apa alasannya?”
Syaikh Albani menjawab, “saya (hanya bisa) menaruh meja saya di sini (di sebelah kanan dalam perpustakaan), maka jika pintu itu membuka ke arah ini (kanan), saya terpaksa menambah lima langkah untuk mencapai meja ini. Sementara saya beranjak dari meja ini untuk shalat lima waktu sehari semalam, dan saya pun biasa keluar untuk keperluan di rumah atau untuk mengisi kajian, sehingga jumlah keluar masuk ada sekitar tujuh kali. Setiap kali keluar masuk (dalam sehari semalam) bisa hilang waktuku sebanyak seperempat atau setengah jam. Dalam seminggu, berapa waktuku yang hilang? Dan berapa pula waktuku yang hilang dalam sebulan? Akan tetapi jika pintu ini memutar seperti ini (ke kiri), maka hanya perlu satu langkah di pintu dan satu langkah menuju meja, sehingga waktuku tidak (banyak) hilang. Semoga Allah merahmati beliau.”
(selesai)
Semoga ada manfaatnya, terutama bagi diri saya. Amin..

Yoad Nazriga Sunarto








Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai